Tampilkan postingan dengan label metode kuantitatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label metode kuantitatif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Februari 2011

LATAR BELAKANG PENELITIAN 1

Setelah mendapat permasalahan dan judul penelitian, sekarang saatnya membuat latar belakang penelitian. Saya sering mendengar membuat latar belakang sangat sulit, bahkan sering kali dibuat terakhir setelah isi makalah selesai. Padahal sebenarnya mudah, seperti membuat permasalahan, membuat latar belakangpun butuh pola dan memang ada polanya. Berdasarkan diskusi saya dengan dosen-dosen pembimbing, saya memperoleh pola itu. Setiap metode penelitian (kuantitatif, kualitataif, dan eksperimen) memiliki pola yang berbeda;

METODE KUANTITATIF 
Judul  penelitian: Hubungan antara persepsi diri ideal (Varibel X) dengan intensitas bercermin (Variabel Y) pada remaja putri. Atau intensitas bercermin pada remaja putri (Variabel Y) ditinjau dari persepsi diri ideal (Variabel X).
Latar belakang dimulai dari variabel Y ke variabel X. Dalam membuat latar belakang dibutukan variabel lain sebagai penghubung variabel Y ke variabel X. Kenapa variabel ini perlu?  karena dalam penelitian tidak diperbolehkan hubungan langsung. Apabila hubungan langsung, tanpa ditelitipun sudah terlihat hubungannya sehingga penelitian yang dilakukan sia-sia. Terdapat tiga variabel yang dapat menjadi penghubung:
  1. Variabel moderator : Variabel yang mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen. Variabel ini juga dapat mengudah nilai hubungan dari positif ke negatif atau sebaliknya. Variabel ini sering disebut sebagai variabel dependen kedua.
  2. variabel intervening : variabel yang mempengaruhi hubungan langsung antara variabel bebas dan tergantung sehingga terjadi huibungan yang tidak langsung. Artinya: variabel ini secara teoritis mempengaruhi (memerkuat dan memperlemah) hubungan antara variabel bebas dan tergantung, tetapi tidak dapat diamati dan diukut. Variabel ini diambil dair faktor variabel tergantung dan masih dapat dihubungkan dengan variabel bebas.
Setelah menentukan akan memakai variabel moderator atau intervening, selanjutnya dapat membuat latar belakang:

  1. Paparkan tentang siapa subjek anda. Misal, subjeknya remaja perempuan yang terobsesi dengan kecantikan. Paparkan tentang kecantikan dan mengapa kecantikan itu penting buat perempuan. Jangan lupa masukkan teori dan jurnal terbaru (batasi maksimal 5 tahun terkahir). Boleh juga memasukkan tugas-tugas perkembangan remaja putri dan dihubungkan dengan kecantikan.
  2. Jabarkan tentang variabel tergantung (intensitas bercermin). Perkuat dengan jurnal tentang bercermin. Tambahkan hasil survey yang menyatakan bahwa permasalahan anda memang nyata, perkuat dengan jurnal. Masukkan tentang faktor-faktor intensitas bercermin.
  3. Jabarkan tentang variabel moderator/intervening. Tambahkan jurnal atau teori yang dapat menghubungkan variabel ini ke variabel tergantung. Kemudian variabel ini ke variabel bebas.
  4. Jelaskan tentang variabel bebas (persepsi diri ideal). Gunakan teori-teori yang dapat membantu penjabaran variabel. Tambahkan hasil survey yang menyatakan bahwa permasalahan anda memang nyata, perkuat dengan jurnal. Tambahkan juga jurnal-jurnal tentang efek variabel ini pada psikologis remaja.
  5. Simpulkan permasalahan anda dan kenapa permasalahan tersebut perlu untuk diteliti
 INGAT: gunakan kalimat-kalimat baku sesuai dengan EYD.
SELAMAT MENCOBA!

Minggu, 30 Januari 2011

PERMASALAHAN PENELITIAN 1

Bagian yang satu ini yang paling membuat siapa saja pusing tujuh keliling. Sering kali kita membayangkan masalah yang besar dan berat adalah permasalahan penelitian yang paling tepat. Justru pikiran itu yang  membuat otak kita bumpet.
Dasarnya semua peristiwa yang terjadi di sekitar kita adalah permasalahan. Tergantung cara kita melihat dengan sudut pandang mana dan menggali peristiwa itu. Kita sudah pernah belajar ini di pelajaran Bahasa Indonesia saat SMP. Ingat?
Langkah awal adalah peka pada peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Kerahkan seluruh konsentrasi dan kemampuan kita, tangkap peristiwa sebanyak mungkin.  Mungkin kita akan mendapatkan 1 atau 5 atau 10 atau tidak sama sekali. Hehe...
Tuliskan peristiwa-peristiwa yang kita temukan di kertas dan telaah dengan rumus sakti 5W IH. Masih ingat?
What: Apa peristiwanya?
Where: Dimana peristiwanya?
When: Kapan peristiwa tersebut terjadi?
Who: Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa itu?
Why: Kenapa peristiwa itu dapat terjadi?
How: Bagaimana peristiwa dapat terjadi?

Lewat rumus sakti itu, dijamin 100% permasalahan yang tepat sudah ditangan anda. Masih  Belum Percaya? Mari kita buktikan.
Peristiwa: saya melihat teman saya bercermin.
what: apa peristiwanya? teman saya bercermin selama berjam-jam
where: dimana peristiwanya?  teman saya bercermin dimanapun dia melihat cermin seperti di kamar, toilet umum, kamar teman.
when: kapan peristiwa terjadi? teman saya bercermin setiap saat, bahkan kaca kecil selalu ada di tasnya.
who: siapa yang terlibat dalam peristiwa itu? teman saya seorang perempuan berusia 20 tahunan berambut panjang dan sangat suka merapikan rambut, parasnya cantik, masih menjomblo.
why: kenapa peristiwa dapat terjadi? teman saya senang bercermin dengan alasan ingin selalu terlihat cantik dan sempurna, dengan harapan bisa dapat pacar ganteng.
how: bagaimana peristiwa dapat terjadi?  saat pacaran dulu, pacar teman saya selingkuh dengan perempuan yang menurut teman saya lebih cantik dari dia. Berdasarkan keterangan teman saya, dia ingin selalu terlihat cantik jadi pacarnya tidak akan melirik gadis lain.

Inti permasalahan: teman saya terobsesi menjadi gadis cantik agar tidak diselingkuhi lagi.
Judul penelitian: Hubungan antara body image dengan intensitas bercermin pada remaja perempuan.
Urgensi penelitian: untuk mengetahui apakah persepsi body image dapat mempengaruhi dan merubah perilaku serta kebiasaan remaja perempuan

Sekarang percaya? Peristiwa sekecil apapun dapat menjadi permasalahan penelitian selama kita peka.
SELAMAT MENCOBA

Total Tayangan Halaman